SMK Muhammadiyah Kolaborasi dengan Dunia Industri

Oleh: Handy Setiyo

Tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah secara resmi memiliki fasilitas baru berupa perangkat program COE (Center Of Excellence). COE adalah program pusat keunggulan pendidikan dengan metode pembelajaran yang merupakan kolaborasi pendidikan vokasi (keahlian terapan) dengan dunia industri dan juga dunia usaha. Tiga sekolah tersebut adalah SMK Muhammadiyah Salaman dengan fasilitas COE berupa Kompetensi Keahlian Tata Boga, SMK Muhammadiyah Mungkid berupa fasilitas bengkel mesin dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif serta SMK Muhammadiyah 2 Muntilan berupa program keahlian tata kelola perkantoran.

Peresmian Fasilitas CEO dilakukan oleh Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Republik Indonesia Dr. Ir. Bakrun, MM beberapa waktu lalu bertempat di SMK Muhammadiyah Salaman pada Sabtu, 5 Juni 2021. Hadir dalam acara persemian Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs. Tafsir, M.Ag, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Dr. Nikmah Nurbaiti, M.Pd dan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Jawa Tengah Dr. Iwan Junaedi, M.Pd. Selanjutnya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang, Drs. Jumari dan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Magelang Muhammad Tohirin, M.Ag.

Bakrun dalam sambutannya mengatakan bahwa SMK yang memperoleh program COE akan di tetapkan menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK) pada tahun 2021. “Dengan adanya SMK PK, pemerintah memiliki target setiap lulusan sekolah kejuruan bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja dan juga mampu kreatif untuk berwirausaha” terangnya.
Sekolah dengan fasilitas program COE juga diharapkan menjadi tempat yang mampu menumbuhkan inspirasi dan inovasi baru sehingga mampu menjadi contoh bagi sekolah lain disekitarnya.


Bakrun menambahkan bahwa melatih siswa untuk siap kerja juga perlu dibarengi dengan melatih siswa untuk siap berwirausaha, karena meskipun berkompeten sesuai permintaan industri tapi lapangan pekerjaan dan jumlah lulusan tidak seimbang. Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir berharap bahwa selain membangun kerjasama dengan Industri, bangun pula spirit wirausaha kepada siswa sejak dini, harapannya kedepan akan tumbuh kemandirian ekonomi. Selain pendidikan aqidah dan akhlaq, SMK Muhammadiyah juga perlu memberikan bekal ilmu terkait kewirausahaan dan juga kemampuan menggunakan teknologi.


“SMK Muhammadiyah perlu memiliki orientasi yang lebih luas yakni memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum, bagaimana produk – produk yang dihasilkan oleh para siswanya mampu juga dikonsumsi dan dinikmati langsung oleh masyarakat, sehingga program COE dari Kemendikbud dan Ristek ini mampu memberikan manfaat tidak hanya pada lingkungan sekolah akan tetapi bisa memberikan manfaat yang lebih luas ” ujarnya.

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
!