Pemikiran Rahmah El Yunusiyyah

Oleh: Hendra Sugiantoro

Dalam sebuah kesempatan, penulis minum kopi sembari membayangkan Rahmah El-Yunusiyyah. Ibu Pendidikan Indonesia ini tiba-tiba berbincang. Nadanya tampak bercampur kesal, namun tetaplah manis dipandang. Dengan menaik turunkan mouse, penulis mencatat beberapa pemikiran Rahmah El-Yunusiyyah. Mari kita renungkan.
Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, menurut Rahmah El-Yunusiyyah, kaum perempuan bukan saja harus menerima hak-hak yang sama dengan kaum laki-laki. Lebih dari itu, kaum perempuan harus memainkan peranan penting.

Bahkan, Ibu Pendidikan Indonesia menegaskan bahwa kerja-kerja mendidik dan mengajar terutama sejak taman kanak-kanak sampai sebagian pelajaran di sekolah menengah pertama seyogianya diserahkan kepada kaum perempuan. Dalam hal ini, tak sekadar merumuskan pembagian kerja laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, Rahmah El-Yunusiyyah juga memandang dari sisi psikologi. Menurutnya, kaum perempuan lebih piawai dan ahli untuk mendidik dan memasukkan ajaran-ajaran kepada anak-anak sebelum akil baligh.

“Kaum wanita adalah dan haruslah menjadi para pendidik yang utama dan pertama bagi masyarakat manusia,” ujar Rahmah El-Yunusiyyah. Dalam kerja mendidik, kaum perempuan memang harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas pendidikan mereka. “Untuk menjalankan tugas-tugas mereka yang suci dan murni ini,” pungkas Rahmah El-Yunusiyyah.

Penulis ini pun ditinggal pergi dan masih merenung sampai lupa mandi.

Hendra Sugiantoro

Rahmah El-Yunusiyyah dalam Arus Sejarah Indonesia

BAGIKAN SEKARANG :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
!