Mudik dan Perputaran Ekonomi

Oleh: Prijanto Rabbani

“Hikmah mudik yang pertama adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah, selanjutnya membahagiakan kedua orang tua dan sanak kerabat dengan silaturahim” (Ustadz Abdul Somad).

Momen mudik selama Idul Fitri tahun ini memberikan optimisme bahwa perekonomian akan tumbuh signifikan. Kondisi ini juga didukung oleh perputaran uang selama mudik dan hari raya Idul Fitri yang diprediksi mencapai triliunan rupiah. Dampak ekonomi dari adanya kebijakan mudik akan sangat terasa pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Konsumsi dan belanja akan melonjak untuk semua komoditas, baik pakaian, pangan sampai adanya transfer uang yang signifikan selama periode tersebut.

Pergerakan orang dalam mudik Lebaran ini akan berbanding lurus dengan potensi perputaran uang. Data lapangan menunjukkan sekitar 80 juta pemudik bergerak ke daerah-daerah. Momen berkumpul keluarga di rumah kampung halaman tentunya akan lebih lengkap apabila ditemani dengan hidangan kuliner setempat yang mungkin sulit ditemukan di Ibu Kota. Selain memberikan rasa nostalgia, jajan kuliner setempat akan membantu perputaran roda bisnis para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Selain itu, membawa buah tangan setelah mudik atau liburan merupakan kebiasaan dari banyak masyarakat. Membeli produk khas daerah dari UMKM lokal akan sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mengunjungi Lokasi Wisata Lokal. Dari gunung hingga pantai, bahkan desa pedalaman ataupun runtuhan bersejarah, Indonesia sesungguhnya memiliki banyak tempat-tempat menarik untuk dikunjungi.

Dengan asumsi rata-rata per orang membelanjakan Rp2 juta, terjadi perputaran uang Rp160 triliun secara agregat. Apabila mengacu data Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2021 sebesar Rp16.970,8 triliun, Perputaran uang selama lebaran setara dengan satu persen PDB. Dengan begitu, kontribusinya terhadap perekonomian juga akan cukup signifikan.

Kalau tren perputaran uang dan pergerakan ekonomi ini bisa terus terjaga sampai akhir 2022, potensi pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi kisaran 5 persen sampai 5,5 persen relatif bisa tercapai. Dan bisa melampaui target pemerintah yang dikisaran 5,2 persen. Inilah berkah Idul Fitri tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh umat Islam semata namun juga seluruh bangsa Indonesia.

Prijanto Rabbani

Director Centre for Strategic and Policy Studies

Bertempat tinggal di Batam

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!