Mendidik Anak Zaman Now

Oleh Edo Segara

Ya, judul itu adalah sebuah tema ceramah acara syawalan yang dilaksanakan oleh keluarga besar DTETI UGM. Istri saya bercerita kalau yang mengisi acara syawalan nanti Bang Fadli Riza Noor.

“Kamu kenal kan bi?”, tanya istri saya di perjalanan.

Saya menjawab, “Iyalah, bang Fadli kan alumni UII” eh tapi, aku lupa Bang Fadli lulusan fakultas apa.

Saya juga berkelakar dengan istri, “Bang Fadli ini kalau di acara trainingnya suka ngompori poligami lho mi, hahaha‚Ķ” (wajah istri langsung kecut dengar cerita saya soal ini).

“Kami persilahkan kepada Ustadz Fadli Riza Noor untuk menyampaikan materinya,” ungkap MC acara tersebut.

Dengan sigap, Bang Fadli menjawab, “Bapak, Ibu, saya ini bukan Ustadz.” Sedikit pembuka sebagai pengantar lalu Bang Fadli menyampaikan materi soal parenting.

Bang Fadli bertanya kepada audiens, “Bapak Ibu, sulit mana mendidik anak zaman sekarang sama zaman dulu?”. Semua audiens menjawab, “sekarang!!!”. Akan tetapi ada satu orang Bapak-bapak yang agak sepuh menjawab, “sama aja mas!”

“Nah, ini benar jawabannya. Siapa bilang zaman dulu mudah. Bapak Anda juga dulu pasti bilang susah. Dan emang dulu anda sudah punya anak? Belum kan?,” ungkap Bang Fadli yang sekarang menekuni dunia parenting. Iya juga ya, kalau dipikir. Jangan-jangan dulu bapak kita juga kesulitan mendidik kita.

Bang Fadli menambahkan, “Kita mendidik anak kita sekarang dengan cara seperti Bapak kita dulu, padahal zaman berubah. Harus kita upgrade juga ilmu dan pengetahuan kita soal anak.”

Ia juga mengutip jurnal dan penelitian, “jangan izinkan anak nonton TV dan main gadget sebelum umur 14 tahun. Pakar parenting dan penelitian juga telah membuktikan bahwa membiarkan anak menyentuh teknologi terlalu dini bisa berdampak buruk pada anak. Anak-anak jadi tidak mau bergaul secara sosial. Bahkan sekarang ada komunitas anti sosial,” ungkapnya.

Menurut saya ada beberapa dampak buruk memberi gadget terlalu dini kepada anak. Pertama, anak bisa terpapar pengaruh buruk dari internet, juga rentan menjadi korban dari predator yang berkeliaran di internet, atau bullying di dunia digital.

Kedua, memengaruhi perkembangan otak anak. Membuat anak menjadi malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang.

Ketiga, mempengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosialnya. Anak yang kecanduan internet dan gadget tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga dia tidak memiliki teman bermain di dunia nyata.

Keempat, membuat anak ketergantungan terhadap gadget, sehingga dia tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah. Anak menjadi lamban dalam berpikir.

Saya juga masih kesulitan mengatur gadget ke anak. Untuk sementara dibolehkan hari Sabtu dan Minggu saat libur sekolah.

Bagaimana dengan ayah bunda di rumah?

Edo Segara
Penulis Buku

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!