Makrifat Pancasila

en.wikipedia.org

Oleh: Gus Nas

Pancasila adalah cakrawala
Digali dari kedalaman bumi Ibu Pertiwi
Dirajah menjadi mantra oleh para pujangga
Ditanam dengan sepenuh cinta di dalam detak nadi seluruh rakyat Indonesia

Tapi Pancasila hanya tinggal sebatas kata jika para pemimpin telah memperalatnya menjadi slogan semata
Pancasila akan hilang makna jika para penguasa menjadikannya alat propaganda dan silat kata

Pancasila bukan idiologi kanan atau kiri sesuai selera para penatarnya
Pancasila punya mata untuk melihat masa depan nasib bangsa
Pancasila punya telinga untuk mendengar rintih dan luka di kedalaman hati para fakir-miskin yang tertinggal oleh derap pembangunan yang melaju begitu cepatnya

Jika kedaulatan dilecehkan oleh para pemegang amanah kekuasaan
Maka Pancasila akan menjerit di hati sanubari bangsa ini

Pancasila bukan hiasan bibir dan retorika semata
Ia akan lantang bicara jika pengkhianatan dan kemunafikan telah memperalatnya

Jika agama telah diperkuda dan ditunggangi untuk tujuan politik semata
Maka Ketuhanan Yang Maha Esa akan hadir tanpa perlu aba-aba

Pancasila bukan Tuhan bukan agama dan bukan pula berhala
Tapi Ketuhanan Yang Maha Esa menempati urutan pertama dari Lima Sila yang ada

Jika Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab telah dilecehkan oleh kebiadaban dan ketidakadilan yang merajalela
Maka Pancasila akan turun gunung untuk meluruskan perilaku semena-mena

Kemanusiaan adalah gugus tugas utama dalam memajukan kebudayaan dan peradaban dunia
Melecehkan dan merendahkan nilai-nilai kemanusiaan akan mengubur indahnya kehidupan

Pancasila tak akan berpangku tangan jika Persatuan Indonesia dibajak oleh gerombolan manusia dan diracuni dengan dalil demokrasi padahal disintegrasi tujuannya
Parlemen jalanan berpesta pora sedangkan gedung Senayan kosong adanya

Itulah kenapa Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan menjadi harapan utama bagi tegaknya kedaulatan dan kebangsaan.
Hadirnya suara rakyat dan bukan suara penguasa menjadi darah segar bangsa ini menentukan takdirnya

Dan yang tak kalah pentingnya bagi hidup dan matinya bangsa ini
Adalah Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Berguru pada sejarah bangsa-bangsa besar di muka bumi
Pancasila bukanlah museum purbakala
Pancasila bukan artefak atau fosil yang tak bernyawa

Jangan pernah menggantung Pancasila di menara gading nun jauh di atas sana
Jangan pernah menempatkan Pancasila di rumah kaca
Tapi jadikan Pancasila laksana butiran padi
Ditaburkan di sawah-ladang dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia
Menjadikan kesejahteraan dan menjanjikan kebahagiaan bagi jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia

Hidup dan matinya Pancasila terpulang pada pelaksanaan kata-kata
Pada pengamalan sila-sila yang ada dalam kehidupan di alam nyata

Gus Nas

Kyai dan Budayawan

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
!