LKNU DIY Gelar Vaksinasi di Mlangi, Sleman

Oleh: Putra

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) DIY berkolaborasi dengan beberapa pondok pesantren di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY menyelenggarakan program vaksinasi massal. Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 28 Agustus 2021 ini, dimulai pada pukul 8 pagi hingga selesai dengan mendistribusikan 2500 vaksin dari total 16.000 jatah vaksin untuk sejumlah pesantren di DIY.

“Program ini diselenggarakan LKNU DIY yang menyediakan tim medis, lalu ada peran Gus Hilmi (Anggota DPD DIY) yang membantu operasional penyelenggaraan, berikutnya ada andil dari dinas kesehatan Sleman dan DIY dalam vaksinasinya, dan juga pendampingan didukung Puskesmas Gamping 2 untuk pengambilan vaksin dari gudang, dan tokoh masyarakat setempat” terang Dokter Ahmad Ali Mahfud.

Alumni Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak ini juga mendorong masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi. “Ibaratnya vaksin itu seperti orang berkendara menggunakan helm. Tujuan pakai helm itu kan bukan berarti kita akan selamat dari kecelakaan. Tetapi dengan memakai helm, kita akan terjaga apabila terjadi kecelakaan. Minimal luka di kepala tidak begitu parah. Dengan demikian resiko sakit yang lebih besar bisa dikurangi. Jadi manfaat vaksin ini seperti kita menggunakan helm. Setelah kita memakainya kita harus tetap hati-hati dan mengikuti protokol kesehatan karena zona merah masih ada di beberapa tempat” ujar pria berkaca mata ini.

Anak muda seperti Pribadita (22 tahun) asal Sleman, yang mengikuti vaksinasi ini memberi tanggapan. “Dulu orang tidak mau divaksin karena ada beberapa pemberitaan yang buruk tentang efek sampingnya. Sekarang kan covid19 ini sudah menyebar ke mana-mana dan bermutasi, jadi mau tidak mau saya ikut vaksinasi ini untuk memproteksi diri. Selain jaga kesehatan, kartu vaksinasi ini juga bisa dipakai sebagai syarat masuk mall atau beberapa tempat yang lain” tutur mahasiswa UAD ini.

Respon berbeda disampaikan mahasiswa UGM, Aldi Riyanto (22 tahun). “Saya rasa program vaksinasi ini sangat menolong masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi. Sekaligus mempercepat target pemerintah untuk mencapai herd immunity di Indonesia. Pandangan segelintir anak muda yang tidak mau vaksin karena merasa selalu menjaga kesehatan, tidak ada komorbid, dan pola makan sehat. Menurut saya tidak tepat karena banyak yang kondisi badannya sehat tapi tetap terkena covid19. Mungkin karena lingkungan sekitar mereka belum mengalami atau terkena covid19, sehingga belum ada keinginan bagi anak muda untuk mengikuti vaksinasi” tukas santri Aswaja Nusantara, Mlangi, Sleman ini.

Pendapat berikutnya disampaikan oleh Nurkhasanah, “awalnya saya tidak mau. Tapi setelah dinasihati oleh suami saya, vaksin ini bisa berguna jika berpergian ke luar kota akhirnya saya mau. Jadi tujuan jangka pendeknya itu, kalau tujuan jangka panjangkan untuk menjaga kesehatan kita. Karena yang sudah divaksin saja, tetap ada yang kena. Apalagi yang tidak divaksin. Ini ikhtiar kita untuk sehat, jadi masyarakat ikut saja demi kesehatan mereka” ujar Ibu rumah tangga ini.

BAGIKAN SEKARANG :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
!