LazisNU dan NU Care Gelar Seminar Zakat

Oleh: Agung Satriawan

LazisNU dan NU Care mengadakan seminar zakat bertempat di Pondok Pesantren Darurrayan, Pirikan, Secang, pada Kamis, 11 Maret 2021. Bersamaan dengan acara ini juga dilakukan Rapat Koordinasi LazisNU MWC NU dan LazisNU Ranting Se-Kecamatan Secang. Sebanyak 54 orang menghadiri kegiatan ini berasal dari para pengurus zakat, kader NU, dan tokoh masyarakat.

Seminar zakat ini bertema “Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat”. Harapannya warga Nahdlatul Ulama bisa mengoptimalkan zakat untuk memakmurkan umat. Pada kesempatan ini bertindak selaku pembicara Gus Dzikron Fuadi menyampaikan, “Selama ini ada kesalahpahaman di masyarakat. Istilah di masyarakat orang yang mengambil zakat itu adalah panitia zakat. Sebenarnya mereka bukan amil, tetapi panitia adalah wakil dari muzaki. Jadi panitia tidak berhak untuk mentasyarufkan yang tidak sesuai dengan keinginan muzaki. Sedangkan amil merupakan perangkat dari asnaf zakat. Sederhananya panitia tidak boleh berkreasi apabila diutus oleh muzaki. Karena dia hanya wakil dari muzaki” ujarnya.

Pembicara juga menjelaskan untuk menjadi amil harus mengikuti prosedur yang berlaku sebagaimana diatur UU No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Di Indonesia ini yang mengelola zakat, infak, shadaqah adalah amil. Untuk menjadi amil harus mendapatkan surat keputusan atau SK dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam UU diatur yang berhak melakukan kegiatan pendayagunaan uang masyarakat meliputi pengumpulan dan penyaluran uang adalah lembaga yang berada di bawah naungan otoritas jasa keuangan, yaitu perbankan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Badan Wakaf Indonesia” tukasnya.

Gus Dzikron juga menyemangati para peserta seminar. Bahwa menjadi amil adalah pekerjaan yang mulia di mata agama. “Kita selaku pengurus LazisNU harus bangga, karena pekerjaan amil ini adalah pekerjaan yang disebutkan di dalam Al quran. Allah menyebutkan amiliina artinya zakat ini harus dikelola beberapa orang karena muzaki yang akan membayar juga banyak. Kita juga harus mencerdaskan masyarakat, agar muzaki tidak memberikan zakat langsung ke mustahik. Lebih baik diberikan lewat perantaraan amil. Manfaatnya adalah menghilangkan beban psikologis para mustahik dan menghindari insiden dalam pembagian zakat yang memakan korban karena berebut zakat” pesannya.

Turut meramaikan acara ini juga dihadiri oleh KH. Muhdzori Zuhdi Rois Syuriah MWCNU Secang, H.M. Sobikhan, B.A Ketua Tanfidhiyah dan H. Muh Fathul Aziz selaku Ketua LazisNU Secang.

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!