Kata Ahli tentang Vaksin Sinovac untuk Covid-19

Oleh: Arista Putra

Pemerintah telah memulai uji coba vaksin Sinovac dengan 1600 an relawan yang siap disuntik di Bandung. Ketika dihubungi magelangpost.com salah seorang relawan menerangkan, “Pada pertemuan pertama 24 Agustus 2020 kami dijelaskan tujuan kegiatan ini adalah uji coba vaksin dari sinovac China. Selanjutnya juga disebutkan bahwa hak-hak relawan diantaranya adalah memperoleh asuransi jika terjadi rawat jalan dan rawat inap. Kedua, setiap pertemuan ada uang saku. Dalam kegiatan ini dibagi dua yaitu blind test (suntikan kosong) dan real test tujuannya adalah untuk membandingkan keduanya” tutur Latif Indra relawan kelahiran Magelang ini.

Di sisi lain magelangpost.com juga menghubungi Abu Tholib Aman (Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik FK-UGM), menurutnya “idealnya masyarakat bisa imun terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menjadi pandemi, termasuk terhadap Corona virus infectious diseases 2019 (Covid-19).¬† Cepat atau lambat, melihat begitu efisiennya virus SARS-CoV-2 ini menyebar, untuk menghentikan pandemi kemungkinan besar diperlukan populasi yang kebal. Bagaimana cara kekebalan pada populasi ini di capai. Harus diupayakan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan kematian yang tinggi. Dengan cara yang sakit mendapat perawatan yang memadai, hal ini bisa di capai dengan meminimalkan jumlah orang yang sakit dalam waktu bersamaan. Dilaksanakan dengan pemberlakuan protokol pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan oleh semua pihak, terutama pemerintah dan tokoh masyarakat” urainya.

Alumnus University of Bristol, Inggris ini juga mengingatkan tidak semua penyakit memerlukan kekebalan pada populasi (herd Immunity). “Tidak semua pandemi yang disebabkan oleh virus corona memerlukan kekebalan populasi. Virus Corona yang menyebabkan pademi SARS yang pertama (SARS-CoV) bisa dihentikan penyebarannya tanpa sampai pada level kekebalan pada masyarakat. Demikian juga virus corona yang ganas, yang berasal dari timur tengah, yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi, Midle Eastern Respiratory Syndrome (MERS-CoV) juga bisa dihentikan tanpa kekebalan populasi” tegasnya.

Saat ditanya tentang kenapa orang Indonesia memakai vaksi dari Sinovac China. Bukankah secara genetik kita berbeda. Dokter kelahiran Magelang ini menyebutkan, “vaksin Sinovac belum selesai uji kliniknya di China. Vaksin ini ¬†masih dilakukan uji klinik di berbagai negara, antara lain di Indonesia dan Brazilia. Hasilnya masih belum tahu. Secara genetik, etnik China memang berbeda dengan etnik Melayu. Demikian juga dengan etnik lain. Akan tetapi perbedaan ini tidak akan menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam hal responnya terhadap vaksin. Selain itu, idealnya, setelah vaksin selesai uji klinik pada semua tahap, untuk di pakai di satu negara, masih harus dilakukan ujin klinik di negara tujuan” tukasnya.

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!