Inovasi Filter Air Minum Telaga

Latif Indra dan Sri Yusnita/ Dok. Pribadi

Arista Putra

Air menjadi unsur penting dalam kehidupan manusia. Bahkan untuk pindah ibu kota sekalipun harus disurvei terlebih dahulu ketersediaan air bersih di Kalimantan Timur. Tersajinya air bersih terutama di daerah yang rawan bencana dan kekurangan air menjadi aspek yang harus diperhatikan masyarakat. Berawal dari bencana inilah Dokter Sri Yusnita Irda Sari dan suaminya Lathif mengembangkan filter air minum Telaga. Ditemui magelangpost.com, Latif bercerita, “awalnya kami tinggal di Bandung. Di sana ada sungai Citarum, jika banjir bisa 12 kali setahun. Banjir itu kan membuat orang menjadi susah, ada beras, makanan, tapi krisis air bersih. Lalu kami berfikir bagaimana caranya mengembangkan filter air sungai, hujan, atau PDAM menjadi air siap minum. Jadilah Tegala ini” ujar lelaki asal Magelang ini.

Di sisi lain Sri Yusnita Irda Sari (dosen dan peneliti Pusat Studi Sistem Kesehatan dan Inovasi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran) dalam penelitiannya mengungkapkan, “40 persen dari total 650 depot air minum di Bandung menghasilkan air yang tidak layak minum. Air yang tidak layak dikonsumsi ini dapat menjadi media penularan penyakit infeksi seperti diare, influenza, tipes dan lainnya.” Pengalaman dan hasil penelitian itulah yang kemudian membuat suami istri ini mengembangkan filter air minum Telaga untuk menghasilkan air yang bersih, sehat, dan layak minum.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2010, air minum dinyatakan sehat apabila pertama, memenuhi persyaratan mikrobiologis yaitu tidak mengandung bakteri pathogen (bakteri coliform, shigella penyebab muntaber,  S. thyphii penyebab thypus, serta bakteri penyebab kolera dan disentri. Kedua, tidak boleh mengandung partikel terlarut yang jumlahnya tinggi dan logam berat seperti Hg, Ni, Pb, Zn, dan Ag. Ketiga, air tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak memiliki rasa. Setelah diuji filter air minum Telaga telah memenuhi persyaratan di atas sehingga layak untuk dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat luas.

Dok. telaga.web.id

Keunggulan filter air minum Telaga adalah mudah digunakan (cukup menuangkan air bersih yang ada di rumah), menggunakan bahan baku air apa saja, murah dan praktis (tanpa listrik dan tidak perlu merebus), 99 persen bebas kuman dan bahan kimia, ramah lingkungan karena tidak ada sampah plastik, dan penggunaan jangka panjang 3-4 tahun.

Latif juga menyampaikan “penemuan ini telah menjuarai berbagai macam kompetisi seperti, juara inovasi untuk kebencanaan yang diselenggarakan IFRC dan PMI pada 2017 di Jakarta, juara 3 kompetisi penanganan bencana banjir tahun 2018, dan terakhir juara lomba kompetisi inovasi tepat guna yang diselenggarakan ICRS UGM dalam acara Civic Engagement Forum di Hotel Sunan, Solo pada 20-23 Agustus 2019 dan berhak mendapatkan uang 30 juta rupiah” tukasnya. Bagi pembaca yang ingin memesan filter air minum telaga bisa mengakses telaga.web.id

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!