BURUH

Oleh: Gus Nas

“Buruh Dinista
Upah Dibelah!”

Begitulah bunyi peribahasa
Saat para majikan kian tak berdaya
Melawan gaya hidup
Menghadapi kerakusan di mana-mana

Ketika upeti harus disetor ke kanan-kiri
Manakala pungutan liar menjalar hingga di luar nalar
Maka buruh-buruh adalah korban paling rapuh dalam hukum yang penuh selingkuh

Hari ini tanggal 1 Mei
Kukenang Marsinah dengan nyeri di ulu hati
Perempuan penuh luka di sekujur tubuhnya
Buruh yang jatuh lalu ditimpa tangga
Jiwanya terkoyak karena diperkosa

Pada mesin raksasa kapitalisme
Dengan majikan besar yang tak punya wajah
Buruh hanyalah pelengkap penderita
Dan investor adalah Maha Berhala

Maka bernyanyilah wahai kaum buruh yang teraniaya
Dengan orkestra doa
Dalam partitur cinta
Di manapun kalian berada
Biarkan keringat dan air mata yang akan mengamininya

Gus Nas

Jogja, 1 Mei 2021

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!