AUTOPSI

Oleh: Gus Nas

Mayat itu akhirnya bicara
Entah pada polisi
Atau tumpukan ilusi
Di haribaan sunyi

Lubang peluru di tubuhnya
Jerat jeruji besi di lehernya
Menyisakan bait-bait puisi
Lebam dan luka menganga

Bisakah dosa itu dikuburkan?
Atas nama perintah atasan

Bukankah kezaliman akan membusuk
Walau bergalon-galon minyak wangi diguyurkan?

Mayat itu seakan mengedipkan mata
Menyaksikan sepotong drama
Sandiwara kekejian yang dianggap biasa

Hari ini peti mati itu dibuka
Basah air mata mengering di pelupuk mata

Dalam sayup-sayup gugur bunga
Mayat itu kembali bicara:
“Kemanusiaan kita sedang tidak baik-baik saja!”

Gus Nas

Jogja, 27 Juli 2022

BAGIKAN SEKARANG :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!
!